artikel
Browsing Category
Mengikuti jejak Eugene Dubois: melacak tinggalan manusia purba di Asia. Impian masa muda itu kembali bergema dalam kepala Gustav Heinrich Ralph (G.H.R) von Koenigswald, doktor di bidang paleontologi, ketika ia—bergabung dengan survey Jawatan Geologi Hindia Belanda—tiba di Indonesia. Lahir...
Hieroglyph, Penyelamatan Fosil Dan Hari-Hari Di Kamp Tawanan Perang
BY ADMINISTRATORS
13:40:15
1939 Perang Dunia II dimulai. Hari-hari buruk di Eropa menular ke Indonesia. Sepanjang tahun 1940, setelah Jerman menduduki Belanda, von Koenigswald yang berkebangsaan Jerman ditahan tak boleh keluar Jawa oleh Pemerintah Hindia Belanda dan dipekerjakan di...
September 1946, atas bantuan Franz Weidenreich, keluarga kecil von Koenigswald berhasil keluar Indonesia dan tiba di New York. Di American Museum of Natural History, New York, von Koenigswald melanjutkan telaahnya atas hominin Asia bersama Weidenreich selama sekitar 18 bulan, sebelum menerima panggilan Rijksuniversiteit...
Fosil-fosil yang terpajang ini, aslinya, tersimpan dengan baik di Senckenberg Forschungsintitut und Naturmuseum, Frankfurt Jerman. Dan ini adalah “Koleksi von Koenigswald”! Sumber: Museum Manusia Purba Klaster Ngebung...
Sangiran flakes Industry Di lanskap perbukitan Ngebung. G.H R von Koenigswald menemukan beberapa alat serpih yang berasosiasi dengan fosil-fosil vertebrata bercirikan fauna Trinil dari Kala Plestosen Tengah. AIat serpih itu kemudian dikenal sebagai Sangiran Flakes Industry. Temuan itu kemudiaan dlpublikasikan oleh von Koenigswald pada 1934. Publikasi perdana...
Tahun 1932, ratusan Situs neolitik ditemukan di sekitar Punung, Gunung Sewu. Penemunya adalah van Stein Callenfels orang pertama yang tertarik untuk melakukan penggalian di kawasan itu. Temuannya membuatnya menyimpulkan bahwa di masa prasejarah, Punung adalah bengkel alat batu!. Laporan itu mendorong menggiring...
Hingga tahun 80-an, temuan alat batu Jawa von Koenigswald telah menjadi landasan munculnya penelitian dan telaah lanjutan, justru karena ia menuai perdebatan di kalangan publik ilmiah. Ketika alat serpih Sangiran diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh von Koenigswald tahun 1934, para peneliti mengemukakan dalih...
Atmowidjojo Sampai sebelum kemerdekaan Indonesia, para peneliti asing sering kali tidak dapat menemani dan mengawasi kegiatan penelitian di Sangiran. Dalam setiap penelitian, mereka membutuhkan putra-putra pribumi yang menguasai lapangan, untuk menunjukkan lokasi-lokasi potensial penyimpanan fosil dan melakukan penggalian. Temuan-temuan dilapangan pun acap kali dikirim dengan peti-peti kayu,...
Andoyo, mantri kelahiran Jawa yang memiliki pengetahuan paleontologi dan stratigrafi, membantu pejabat Hindia Belanda untuk urusan survey wilayah. Namanya tercantum dalam laporan survey tahun 1931 hingga 1936 sebagai pencatat atau petugas observasi (leerling opnemer). Di lapangan, ia berhasil mengirim 250 fosil dari 180 lubang penggalian ke pusat survey,...