×
Blog Image
11 March 2026 No Comments 27 2 min read

Pentingnya Monitoring Konservasi di Ruang Pameran Temporer “Sangiran” De Tjolomadoe

Ruang pamer museum memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan pelestarian warisan budaya. Museum Manusia Purba Sangiran memiliki koleksi dengan nilai ilmiah dan sejarah sangat tinggi berupa fosil prasejarah yang berasal dari Situs Sangiran. Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi temuan fosil manusia purba terpenting di dunia dan telah diakui sebagai UNESCO World Heritage sejak tahun 1996. Sejak Agustus 2025, Museum Manusia Purba Sangiran menghelat pameran temporer di Museum De Tjolomadoe. Koleksi pada pameran temporer ini tak lepas dari perhatian konservator Museum Manusia Purba Sangiran yang memberlakukan sistem monitoring konservasi yang baik dan berkelanjutan untuk menjaga keterawatan dan pelindungan koleksi.

Peran Monitoring Konservasi

Monitoring konservasi merupakan kegiatan pengawasan dan pencatatan kondisi lingkungan serta kondisi fisik koleksi secara berkala. Tujuan utama monitoring adalah untuk memastikan bahwa lingkungan ruang pamer tetap berada dalam kondisi yang aman bagi koleksi fosil. Beberapa aspek yang biasanya dimonitor dalam ruang pamer museum antara lain:

1. Suhu dan Kelembapan Relatif 

Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem dapat menyebabkan retakan, pelapukan, atau degradasi material fosil. Oleh karena itu, pengukuran suhu dan kelembapan perlu dilakukan secara rutin menggunakan alat seperti Thermo-Hygrometer atau Data Logger.

2. Pencahayaan

Intensitas cahaya yang terlalu tinggi, terutama cahaya ultraviolet, dapat merusak permukaan fosil dan bisa membuat retakan pada fosil. Pengukuran intensitas cahaya menggunakan alat luxmeter. 

3. Kondisi Fisik Koleksi

Selain faktor lingkungan, kondisi fisik fosil juga perlu diperiksa secara berkala. Pemeriksaan ini meliputi identifikasi retakan baru, perubahan warna, atau kerusakan pada dudukan (mounting) koleksi.

  1. Mencegah kerusakan koleksi secara dini melalui deteksi perubahan kondisi lingkungan.
  2. Mendukung pengambilan keputusan konservasi berdasarkan data yang tercatat secara sistematis.
  3. Menjamin keberlanjutan pelestarian koleksi untuk generasi mendatang.
  4. Meningkatkan standar pengelolaan museum sesuai dengan praktik konservasi internasional.

Selain monitoring koleksi dilakukan juga pengecekan sekaligus pembersihan ruang pamer agar ruang pamer selalu dalam keadaan bersih, rapi tertata dan nyaman bagi pengunjung. (Nina Iswati)

0 Comments