×
Blog Image
06 April 2026 No Comments 19 2 min read

Kegiatan Edukasi melalui Film Animasi

Dalam upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai moral serta memperkenalkan kearifan lokal kepada siswa sekolah dasar apalagi Gen Z, diperlukan metode edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Salah satu media yang efektif adalah dengan film animasi, karena mampu menyampaikan pesan secara visual dan naratif sesuai dengan karakteristik anak-anak.

Metode ini dilakukan kepada tamu yang mendapat layanan edukasi, seperti siswa-siswi kelas VI SDII Al Abidin Sragen pada hari Kamis tanggal 4 April 2026. Film yang diputarkan berjudul “Balung Buto”. Film Balung Buto mengangkat kisah yang berkaitan dengan keserakahan, keberanian, serta konsekuensi dari perbuatan buruk. Tokoh dalam cerita menggambarkan bagaimana sikap tamak dan tidak bertanggung jawab dapat membawa dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.  Melalui cerita ini siswa diajak untuk memahami nilai-nilai kehidupan secara sederhana namun mendalam.

Pada kesempatan ini, SDII Al Abidin Sragen layanan edukasi dilakukan dalam dua rangkaian yaitu pemutaran film dan sesi interaktif.

  1. Pemutaran Film

Film animasi “Balung Buto” dipilih karena sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa kelas VI SD. Film ini dikemas secara menarik dengan visual animasi yang mudah dipahami, serta alur cerita yang sederhana namun sarat makna.

  1. Sesi Interaktif (Diskusi dan Tanya Jawab)

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, siswa diajak untuk mengungkapkan pendapat, memahami isi cerita, serta mengidentifikasi pesan moral yang terkandung dalam film. Untuk meningkatkan antusiasme, siswa yang aktif menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa buku pengetahuan tentang Sangiran sebagai bentuk apresiasi sekaligus sarana menambah wawasan.

            Melalui film animasi “Balung Buto” ini dinilai efektif dalam menyampaikan pesan moral kepada siswa Gen Z dengan cara yang menyenangkan. Diharap siswa-siswi mendapat peran moral yang positif sehingga menjadi penambah wawasan dan pengayaan informasi dari film. Selain itu, siswa-siswi dapat mengenal Cagar Budaya yang ada tak jauh dari sekolah mereka. (Metta Adityas P.S, S.S)
0 Comments